Jumat, 31 Desember 2010

KEWIRAUSAHAAN

KEWIRAUSAHAAN
MENUJU WIRAUSAHA SUKSES
(Success Story)
• KEWIRAUSAHAAN ADALAH KELOMPOK MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT DALAM MENGAPLIKASIKAN ILMU DAN TEKNOLOGI (APLIKASI SCIENCE).
• APA STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN.
Tujuan Umum Mata Kuliah :
1. MAHASISWA BERPIKIR KRITIS,KREATIF,SISTEMIK , ILMIAH,BERWAWASAN LUAS,DAN MEMILIKI ETOS KERJA.
2. MAHASISWA MEMILIKI SEMANGAT BERWIRAUSAHA DAN JIWA BISNIS.
3. MAHASISWA MEMLIKI KESADARAN AKAN PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN UNTUK MEMULAI DAN MENGEMBANGKAN BISNIS.
4. MAHASISWA MEMILIKI KESADARAN UNTUK MERUBAH BUDAYA MENCARI KERJA MENJADI BUDAYA MENCIPTAKAN KERJA DAN MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA.
5. MAHASISWA MEMILIKI KESADARAN UNTUK MELAKUKAN PERUBAHAN DENGAN MELAHIRKAN KEMAMPUAN DAN MEMILIKI CITA-CITA YANG TINGGI.

Tujuan khusus MK Kewirausahaan
1. Agar memiliki minat kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan
2. Agar termotivasi untuk mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan menengah
3. Agar memahami teknik untuk mendirikan usaha, cara membaca peluang usaha dan menjalankan usaha secara profesional
4. Mampu merancang rencana wirausaha kedepan dimulai dari sekarang.

KOMPETENSI DASAR DARI MK. KEWIRAUSAHAAN
1). MENJADI ILMUWAN DAN PROFESIONAL YANG BERFIKIR KRITIS,KREATIF,INOVATIF,SISTEMIK DAN ILMIAH
2). MENJADI WIRAUSAHAWAN YANG BERBASIS ILMU PENGETAHUAN,DENGAN MODAL “BISNIS”.

KEWIRAUSAHAAN
“B I S N I S “
• B = BERBASIS ILMU, I = INOVATIF, S = STRATEGI, N = NIAT YANG KUAT, I = INFORMASI DAN TEKHNOLOGI, S = SUPEL
Sejarah Kewirausahaan

Periode awal
Sejarah kewirausahaan dimulai dari periode awal yang dimotori oleh Marcopolo. Dalam masanya, terdapat dua pihak yakni pihak pasif dan pihak aktif. Pihak pasif bertindak sebagai pemilik modal dan mereka mengambil keuntungan yang sangat banyak terhadap pihak aktif. Sedangkan pihak aktif adalah pihak yang menggunakan modal tersebut untuk berdagang antara lain dengan mengelilingi lautan. Mereka menghadapi banyak resiko baik fisik maupun sosial akan tetapi keuntungan yang diperoleh sebesar 25%.
Abad pertengahan
Kewirausahaan berkembang di periode pertengahan, pada masa ini wirausahawan dilekatkan pada aktor dan seorang yang mengatur proyek besar. Mereka tidak lagi berhadapan dengan resiko namun mereka menggunakan sumber daya yang diberikan, yang biasanya yang diberikan oleh pemerintah. Tipe wirausahaawan yang menonjol antara lain orang yang bekerja dalam bidang arsitektural.
Abad 17
Di abad 17, seorang ekonom, Richard Cantillon, menegaskan bahwa seorang wirausahawan adalah seorang pengambil resiko, dengan melihat perilaku mereka yakni membeli pada harga yang tetap namun menjual dengan harga yang tidak pasti. Ketidakpastian inilah yang disebut dengan menghadapi resiko.
Abad 18
Berlanjut di abad ke 18, seorang wirausahawan tidak dilekatkan pada pemilik modal, tetapi dilekatkan pada orang-orang yang membutuhkan modal. Wirausahawan akan membutuhkan dana untuk memajukan dan mewujudkan inovasinya. Pada masa itu dibedakan antara pemilik modal dan wirausahawan sebagai seorang penemu.
Abad 19
Sedangkan di abad ke 19 dan 20, wirausahawan didefinisikan sebagai seseorang yang mengorganisasikan dan mengatur perusahaan untuk meningkatkan pertambahan nilai personal.
Abad 10
Pada abad 20, inovasi melekat erat pada wirausahawan di masa sekarang.

Pengertian Kewirausahaan
• Entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan juga kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.
• Intrapreneurship didefinisikan sebagai kewirausahaan yang terjadi di dalam organisasi yang merupakan jembatan kesenjangan antara ilmu dengan keinginan pasar.
• Entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.
• Entrepreneurial adalah kegiatan dalam menjalankan usaha atau berwirausaha.

Inventor dan Entrepreneur
• Inventor didefinisikan sebagai seseorang yang bekerja untuk mengkreasikan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya, ia termotivasi dengan ide dan pekerjaannya. Inventor pada umumnya memiliki pendidikan dan motivasi berprestasi yang tinggi. Menurutnya, standar kesuksesan bukanlah dari moneter semata tetapi dari hak paten yang didapatnya.
• Sedangkan wirausaha atau entrepreneur lebih menyukai berorganisasi daripada menemukan sesuatu. Ia mengatur dan memastikan agar organisasinya berkembang dan bertahan. Entrepreneur berupaya mengimplementasikan penemuannya sehingga disukai publik namun inventor lebih menyukai menemukan atau menciptakan sesuatu.

Pengertian Wirausaha
Para Wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.

KEWIRAUSAHAAN / ENTREPRENEURSHIP
Pertanyaan :
Apa yg akan saudara lakukan setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Teknik - U M K.?
• A.Mencari pekerjaan / jadi pegawai
• B.Menjadi Wirausahawan
• C.Menjadi karyawan sambil berwirausaha
Berikan Alasannya.
• Bagaimana motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa.?
• Bagaimana orientasi mahasiswa setelah lulus.?
a. Hanya mencari kerja, bukan menciptakan lapangan kerja.
b. Orang yg menganggur (tiap thn bertambah).
c. Pekerjaan yang lain?

KAPAN MULAI BERWIRAUSAHA
MENUJU WIRAUSAHA SUKSES
(Success Story)
Latar belakang berwirausaha
• Agar mampu menatap masa depan yang lebih baik,
• Berwirausaha diharapkan seseorang mampu mandiri,membuka lapangan kerja bagi orang lain.
• Menjadi Bos bagi usahanya atau lebih baik membayar gaji dari pada menjadi orang gajian.

Kapan Memulai Berwirausaha
Saat umur berapa ?
Bagi mereka yang memulai bisnis di usia muda, mempunyai waktu yang lebih panjang untuk meraih kesuksesan
1. Bisnis sambil belajar atau belajar ilmu bisnis dulu baru mulai ?
Dua-duanya tepat yang kurang tepat adalah jika belajar dan terus belajar tapi tidak pernah berani memulai
2. Saat masih sekolah/kuliah atau setelah tamat ?
- Lihat kesuksesan bos Es Teler 77 yang tidak tamat SMA
- Bob Sadino pengusaha sukses tanpa gelar
- Purdi E Chandra bos Primagama yang meninggalkan bangku kuliah saat memulai bisnisnya
Setelah memulai usaha bukan gelar yang menentukan kesuksesan tapi : Keseriusan, Ketekunan, Visi, Kreativitas dan Kerja Keras
3. Saat masih jadi pegawai, setelah kena PHK atau setelah pensiun ?

Ada Tiga Jenis Orang Berwirausaha
1.Necessity Entrepreneur yaitu menjadi wirausaha karena terpaksa dan desakan kebutuhan hidup.
2.Replicative Entrepreneur,yang cenderung meniru-niru bisnis yang sedang ngetren sehingga rawan terhadap persaingan dan kejatuhan.
3.Inovatip Entrepreneur,wirausaha inovatip yang terus berpikir kreatif dlm melihat peluang dan meningkatkannya.

Masalah Untuk Berwirausaha :
1.Mahasiswa sulit untuk mau dan memulai wirausaha dg alasan mereka tdk diajar dan dirangsang berusaha sendiri;
2.Didukung oleh lingkungan budaya masyarakat dan keluarga yg dari dulu selalu ingin anaknya menjadi orang gajian / pegawai;
3.Para orang tua kebanyakan tdk memiliki pengalaman dan pengetahuan berusaha.
4.Orang tua lebih cenderung mendorong anak-anaknya untuk mencari pekerjaan atau menjadi karyawan;
5.Orang tua merasa lebih bangga bahkan merasa terbebas,bila anaknya telah selesai kuliah mampu menjadi pegawai;
6.Salah satu faktor lain adalah tidak ada atau sulitnya memiliki modal untuk berwirausaha.
7.Adanya ketakutan akan rugi atau bangkrut;
8.Merasa tidak memiliki masa depan yang pasti jika berwirausaha;
9.Merasa bingung darimana memulai usaha.

Solusi :
• Lembaga pendidikan tinggi diharapkan mampu menciptakan jiwa wirausaha sehingga mereka mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja;
• Pendidikan Kewirausahaan / Entrepreneurship Indonesia perlu ditingkatkan.
• Timbulnya kesadaran dari mahasiswa/anak muda untuk hidup mandiri.

TENTUKAN PILIHAN
Ingin Punya Pekerjaan dan Punya Uang ?
• Ingin Jadi Jutawan Muda Dalam Waktu Singkat ?
DASAR/UNSUR-UNSUR POKOK BERWIRAUSAHA
1. Peluang= Di depan , Di belakang , Di kiri/kanan
2. Kemampuan Menanggapi Peluang

 Berani mengambil resiko
 Kreatif dan inovatif
 Memilikivisi
 Memiliki tujuan yang berkelanjutan
 Percaya diri
 Mandiri
 Aktif energik dan menghargai waktu
 Konsep diri positif
 Berpikir positif
 Tanggung jawab pribadi
 Menerima umpan balik

Bgmna memulai usaha / Bisnis ?
• Lihat keadaan pasar yg kompleks dan dinamis
• Dpt mjd mesin penggerak bisnis
• Lihat kebutuhan dan harapan konsumen
• Bangun tg jawab etika moral
• Inovasi produk pasar dan modal bisnis
• Komunikasi yg baik thdp konsumen
• Pelayanan secara personal pd konsumen
• Ukur kemampuan finansial dg jenis bisnis
• Dapatkan nilai ekonomis


Strategi Wirausaha
1. Rencana Bisnis
2. Pengecekan Posisi Keuangan Setiap Hari
3. Potong Biaya Tinggi (Penghematan)
4. Laba Tunai (Cash & Carry)
5. Kepuasan Pelanggan
6. Pelanggan Produktif
7. Rekomendasi
8. Iklan dan Promosi
9. Manfaatkan Koneksi
10. Ikutlah Ekspo Bisnis
11. Jadilah Public Relation
12. Bentuklah Sistem
13. Volume Bisnis
14. Fleksibel

Contoh dari Nabi Muhammad SAW
Shidiq : jujur dan berani
Amanah : dipercaya
Tabligh : betanggungjawab
Fatonah : mempunyai kecerdasan serta peduli terhadap lingkungan

• Dpt dipercaya
• Kemampuan menghadapi berbagai karakter manusia
• Kemampuan dalam administrasi
• Dpt melihat resiko dalam penjualan
• Mengembangkan kreatifitas dan inovasi
• Mampu mengatur keuangan

10 Langkah
Memulai Usaha Sendiri
1.START WITH A DREAM
(MULAI DENGAN SUATU MIMPI)
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started: Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, Cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ataupun tidak mungkin’.
2. LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES
(MENCINTAI JASA ATAU HASIL)
Cintailah Produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa masa sulit. Enthusiatism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
3. LEARN THE BASICS OF BUSINESS.
(BELAJAR DASAR UNTUK BUSINESS)
Pelajarilah fundamental business. BEYOND THE *BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY*: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar–dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah –Guru yang baik.
4. WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS.
(BERKEINGINAN MENGAMBIL RESIKO YANG DIHASILKAN)
Ambillah resiko. The Gaint that u will be able to achiave is directly propoltional to the risk taken: Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik – baik akan lebih banyak Memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan -entreprenneur- dengan –manager-. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap –awal- pengembangan perusahaan, dan –manager- dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.
5. SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF.
(MENCARI NASEHAT, TETAPI MEMPUNYAI KEYAKINAN)
Carilah nasehat dari pekarnya, tapi ikuti kata – kata kita. Consult ConsultAnts, ask the experts, but follow, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapt diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kata kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.
6. WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY
(KERJA KERAS, 7 HARI ADALAH SUATU PEKAN, 18 JAM ADALAH SUATU HARI)
Kerja keras. Ethos Kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya.
7. MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE
(BERTEMAN [SEDAPAT/ SEBANYAK] MUNGKIN)
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
8. DEAL WITH FAILURES
(BERHADAPAN DENGAN KEGAGALAN)
Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagaln itu tidak –mematikan-. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!.
9. JUST DO IT, NOW!
(HANYA SEKARANG)
Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan : READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.
10. INOVATIF DAN KERJA KERAS UNTUK SUKSES

EVALUASI DIRI
VISI
 Berusaha menjadikan mahasiswa yang mampu menciptakan pekerjaan atau menjadi entrepreneur muda dan menciptakan peluang berusaha Bukan Menjadi Calon Pekerja .
MISI :
 Menanamkan jiwa-jiwa entrepreneurship mahasiswa melalui kegiatan – kegiatan yang bertemakan entrepreneurship.
 Memberdayakan kemampuan berwirausaha mahasiswa melalui usaha-usaha yang mengarah ke profit oriented.
 Menjadi Lembaga Entrepreneurship yang Mandiri, Kreatif dan Inovatif.
 Menjadi Lembaga Entrepreneurship yang Sanggup Dijadikan Mitra Usaha yang Handal
 Menjadi Aset Sumber Daya Manusia dan Kebanggaan dalam bidang Entrepreneurship.

Evaluasi Diri
 Locus of control
Adalah sebagai kepercayaan seseorang mampu mengendalikan lingkungan di sekitarnya. Seorang entrepreneur yang memiliki internal locus of control lebih mampu dalam memanfaatkan peluang kewirausahaan. Mereka memiliki kepercayaan dapat memanfaatkan peluang, sumber daya, mengorganisasikan perusahaan, dan membangun strategi. Hal ini dikarenakan kesuksesan dalam menjalankan aktivitas entrepreneur tergantung pada keinginan seseorang untuk percaya pada kekuatannya sendiri.
 Self Efficacy
Self-efficacy adalah kepercayaan seseorang pada kekuatan diri dalam menjalankan tugas tertentu. Entrepreneur sering membuat penilaian sendiri pada keadaan yang tidak menentu, oleh karena itu mereka harus memiliki kepercayaan diri dalam membuat pernyataan, keputusan mengenai pengelolaan sumber daya yang mereka miliki.

EVALUASI DIRI
SWOT
Unsur kekuatan (STRENGTH)
 Pembentukan DIVEN cukup aspiratif .
 Dukungan yang sangat positif dari pihak-pihak di dalam dan luar.
 Banyak respon positif dari civitas akademika dengan adanya DIVEN ini.
 Kondisi mahasiswa yang mulai berminat dalam bidang entrepreneurship.
 SDM yang berkualitas, kreatif dan inovatif.

Unsur Kelemahan ( WEAKNESS)
 DIVEN merupakan divisi baru
 Ada pengurus yang belum memahami visi misi DIVEN.

Unsur Kesempatan (OPORTUNITY)
 Hubungan yang baik dan dukungan dari organisasi lain.
 Entrepreneurship mulai diminati di kalangan mahasiswa.
 Banyaknya peluang bisnis dan usaha yang belum diciptakan.


Unsur Ancaman (THREAT)
 Pola pikir masyarakat dan mahasiswa yang telah terbentuk oleh system pendidikan bertentangan dengan pola pikir entrepreneur.
 Hubungan institusi di luar yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik

PENGEMBANGAN DIRI
MENGEMBANGKAN DIRI MERUPAKAN TUGAS SETIAP ORANG.
Berpikirlah setiap orang

Kekuatan
Kelemahan

Bagaimana caranya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pada diri sendiri?

Beberapa cara yang dapat ditempuh :
a. Mempelajari diri sendiri dengan peka terhadap perasaan yang ada, reaksi yang muncul dan memahami penyebab timbulnya perasaan dan reaksi tersebut.
b. Menjelaskan perasaan, persepsi, reaksi, pengalaman-pengalaman, dengan menggunakan kata-kata sehingga hal tersebut menjadi lebih jelas.
c. Untuk lebih mengenal dirinya yaitu dengan membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.
d. Dengan meminta umpan balik dari orang lain tentang bagaimana orang lain tersebut melihat dan memberikan reaksi terhadap perilakunya.


Pengembangan apa yang harus dilakukan ?
 Kemampuan yang positif
 Pengembangan motivasi
 Motivasi berprestasi

CARANYA MUDAH & GAMPANG
Caranya :
Mengarahkan diri sendiri
 Mencakup masalah tujuan, keinginan, dan harapan yang ingin dicapai
 Ketrampilan-ketrampilan yang menunjang sesuai kebutuhannya
 Karakteristik pribadi dan keinginan pribadi yang ingin dipenuhi


PENGEMBANGAN DIRI DENGAN WIRAUSAHA
– Mengadakan kegiatan – kegiatan yang bersifat profit oriented
– Bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan atau realisasi usaha yang inovatif
– Stabilisator financial DIVEN dan sumber dana operasional utama DIVE

Hubungan Dalam Wirausaha
– Mencari link dan
– sponsor – sponsor baru untuk mendukung kegiatan
– Membangun jaringan dengan instansi – instansi teutama instansi yang bergerak dalam bidang usaha.
– Mengarsipkan list sponsor-sponsor untuk menunjang kegiatan

perilaku ENTREPRENEUR
(KARAKTER PENGUSAHA)
1. Karakter BAIK
2. Karakter KUAT

(KARAKTER PENGUSAHA)
1.Karakter BAIK

1. Jujur
2. Amanah dan Penuh Tanggung Jawab
3. Adil dan Tidak Pernah Zalim
4. Iklas, Tidak Riya’ dan Pamer
5. Tawaddhu’ (rendah hati & tdk sombong)
6. Qonaah (merasa cukup & apa adanya)
7. Wara’ (hati-hati) / prudent
8. Zuhud (bersahaja) / humble
9. Dermawan

(KARAKTER PENGUSAHA)
2. Karakter KUAT

1. Disiplin
2. Berani Bercita-cita, Berani Berkorban, Berani Berproses & Berani Meng- eavaluasi diri
3. Gigih, Ulet & Pantang Menyerah
4. Tegar
5. Teguh Pendirian
6. Cermat
7. Tertib serta Telaten

MOTIVASI & PERUBAHAN
MIND SET
MERUBAH MIND SET
CARANYA BAGAIMANA?
Berpikirlah seperti anak TK
TUJUAN KULIAH & ANDA DUDUK DISINI UNTUK APA?
Di Indonesia sekitar 97% orang umur 65 th hidup dlm kemiskinan.
Karena didalam masa produktifnya mereka tidak pernah manabung untuk hari tua. Banyak diantara kita hidup seolah besok mati ternyata tidak pernah mati dan hidup tua dalam sengsara.
Tahukah anda bahwa 1% orang didunia menguasai 50% uang yang beredar.
ORANG BISA KAYA DENGAN :
1. MEWARISI
2. MENIKAHI
3. MENCARI & Kerja KERAS-CERDAS (ENTREPRENEUR)

TIGA HAL MUDAH MENJADI KAYA
 Mempunyai real estate
 Mempunyai saham di perusahaan
 Menjadi entrepren

GARIS BESAR HIDUP MANUSIA
Peluang besar Peluang kecil
+ usaha undian
¬- merampok ngemis

CARANYA MUDAH & GAMPANG
Caranya :
MERUBAH MIND SET
DARI Ketakutan menjadi KEBERANIAN
Aaah ……tak semudah yang dibayangkan
Sebenarnya……bila kita bayangkan MUDAH maka akan MUDAH


entrepreneur MINDSET
Kiri
(Self Employee)
Kita bekerja untuk uang
• Semua dikerjakan sendiri
• Menjadikan dirinya pusat sistem
• Penghasilan meningkat kesibukan meningkat
• Bebas finansial tetapi tidak bebas waktu

Kanan
(Business Owner)
Uang bekerja untuk kita
• Orang dan sistem bekerja untuk kita
• Menjadikan sistem sebagai pengendali perusahaan
• Penghasilan meningkat kesibukan menurun
• Bebas finansial dan waktu

entrepreneur MINDSET
KIRI
• LINEAR
• RISIKO adalah ANCAMAN
• BERHUTANG itu HINA
• GAGAL itu MERUGIKAN
• Membangun bisnis dengan OTOT
• Menggunakan MEREK SENDIRI

KANAN
• LATERAL
• RISIKO adalah RIZKI
• BERHUTANG itu MULIA
• GAGAL sama dengan UNTUNG
• Membangun bisnis dengan SISTEM
• Bisa menggunakan MEREK ORANG LAIN dalam arti yg LUAS

LANGKAH MUDAH
Memulai Bisnis
Memulai bisnis itu MUDAH :
• Bebaskan LATAR BELAKANG apa saja
• Carilah MENTOR
• Mulailah dengan MEMBANGUN MIMPI
• Berpindah MINDSET dari kiri ke kanan
• Yang penting MULAI DULU
• Jangan berfikir KAPAN UANG KEMBALI
• Jangan terlalu BANYAK BERTANYA
Kecerdasan SPIRITUAL
ENTREPRENEUR
KENAPA KITA HARUS KAYA?
1. Agama (Al Qur’an) menyuruh kita KAYA
2. Sunnah dari Rasululloh saw
3. Contoh dari Para Sahabat
4. Orang Kaya yang Sholeh

KESIMPULAN
 Utk Jadi Pengusaha TIDAK HARUS PUNYA LATAR BELAKANG :
 Ekonomi (anak/keturunan org kaya)
 Pendidikan Tinggi
 Bakat/Talenta
 Intinya ada di MIND SET (POLA FIKIR)
 PENGUSAHA HARUS PUNYA KARAKTER:
 BAIK
 KUAT
 SEHINGGA MENJADI PENGUSAHA YANG
 PINTER
 BENER
 BANTER
 MENJADI PENGUSAHA ADALAH PILIHAN
 KENALI POTENSI DIRI ANDA
 JADIKAN ENTREPRENEUR SEBAGAI JIWA

PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wirausaha
a. Lingkungan keluarga dan masa kecil
Beberapa penelitian yang berusaha mengungkap mengenai pengaruh lingkungan keluarga terhadap pembentukan semangat berwirausaha. Penelitian bertopik urutan kelahiran menemukan bahwa anak dengan urutan kelahiran pertama lebih memilih untuk berwirausaha. Namun, penelitian ini perlu dikaji lebih lanjut. Selanjutnya pengaruh pekerjaan orang tua terhadap pertumbuhan semangat kewirausahaan ternyata memiliki pengaruh yang signifikan.
b. Pendidikan
Faktor pendidikan juga tak kalah memainkan penting dalam penumbuhan semangat kewirausahaan. Pendidikan tidak hanya mempengaruhi seseorang untuk melanjutkan usahanya namun juga membantu dalam mengatasi masalah dalam menjalankan usahanya.
c. Nilai-nilai Personal
Faktor selanjutnya adalah nilai-nilai personal yang akan mewarnai usaha yang dikembangkan seorang wirausaha. Nilai personal akan membedakan dirinya dengan pengusaha lain terutama dalam menjalin hubungan dengan pelanggan, suplier, dan pihak-pihak lain, serta cara dalam mengatur organisasinya.
Bagaimana mengelola unit Usaha agar dapat berkembang?

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi usaha Dapat berkembang :
a. Produk yang dihasilkan dari proses inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan yang lebih baik.
b. Dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya menjadi pengendali usaha (business driven).
c. Dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar.

Bagaimana perilaku pengusaha agar dapat berkembang ?
Perilaku pengusaha agar dapat berkembang maka perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi.

Resiko yang terjadi dalam dunia usaha :
a. Resiko pasar atau persaingan.
b. Resiko finansial.
c. Resiko teknik.

Sikap dan perilaku wirausahawan yang baik;
Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawan merupakan bagian penting dlm etika wirausaha yg diberikan kpd pelanggan,adapun sikap dan perilaku tsb adalah ;
1.Jujur dlm bertindak & bersikap,
2.Rajin,tepat waktu dan tdk malas,
3.Murah senyum,ramah tama,pandai bergaul,
4.fleksibel dan suka menolong pelanggan,
5.Tanggung jawab dan rasa memiliki perusahaan .

Ciri wirausaha yg berhasil
1.Memiliki visi dan tujuan yg jelas
2.Inisiatif dan selalu proaktif
3.Berorientasi pada prestasi
4.Berani mengambil resiko
5.Kerja keras
6.Bertanggung jawab thd segala aktifitas yg dijalankan
7.Komitmen pd berbagai pihak
8.Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dgn berbagai pihak

KREATIVITAS
Apakah kreativitas itu?
KREATIVITAS dan INOVASI
 Menghasilkan ide – ide kreatif secara kontinyu
 Menciptakan inovasi baru dalam berwira usaha
 Bertanggunjawab dalam segala macam kegiatan yang memerlukan kreativitas.
Kreativitas adalah kemampuan seseorang/individu untuk memahami keadaan/dunia, dalam menginterprestasikan pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli.
Beberapa kriteria kreativitas :
a. Sensitivity to problems, artinya kreativitas dilihat dari kepekaan terhadap masalah yang muncul.
b. Originality, artinya pemecahan masalah dengan cara baru, bukan meniru pemecahan masalah orang lain.
c. Ingenuity, artinya adanya kecerdikan dalam pemecahan masalah
d. Breadth, artinya ketepatan dalam pemecahan masalah dan berguna
e. Recognity by peers, artinya ada pengakuan dari kelompoknya tentang penemuannya.
Apa hubungan berpikir kreatif dengan kreativitas ?
Berpikir kreatif sangat erat hubungannya dengan kreativitas, karena kreativitas merupakan hasil dari proses berpikir kreatif yang dilakukan oleh seseorang
Ciri-ciri berpikir kreatif
Adanya kelancaran (fluency)
artinya kesigapan dan kemampuan menghasilkan banyak gagasan
Adanya fleksibilitas (flexibility)
artinya kemampuan untuk menggunakan berbagai pendekatan dalam mengatasi masalah
Adanya keaslian (originality)
Kemampuan menghasilkan gagasan yang asli
Beberapa hal untuk mengetahui tingkat kreativitas seseorang
1. Pendekatan analisis obyektif
Semakin banyak produksinya dan tinggi kualitasnya serta orisinalitas hasil ciptaannya akan menunjukkan tingkat kreativitas seseorang.
2. Pendekatan subyektif
Pendekatan ini menekankan pada pertimbangan-pertimbangan dari diri penelity terhadap pribadi atau hasil kreatif yang telah dicapai oleh seseorang.

KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI
Apakah pemimpin sama dengan manager?
Pemimpin (Natural Leader) : Seseorang yang menggunakan nalurinya, sikapnya, kemampuannya, dan ciri-ciri kepribadiannya dapat menciptakan keadaan sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Manager (Management Leader) : Seorang pemimpin dengan melaksanakan tugas berdasarkan prinsip dasar manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian sehingga dapat menciptakan keadaan orang lain yang dipimpinnya saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.
Sifat-sifat pemimpin dalan dunia usaha :

a. Memiliki pengetahuan dan teknologi
b. Semua tugas yang dijalankan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi
c. Kemantapan kemandirian
d. Keyakinan untuk memegang teguh prinsip-prinsip kerja.
e. Kreativitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas
f. Kecermatan dalam melaksanakan tugas
g. Keberanian moral untuk bertindak
h. Kepribadian yang menarik
i. Kecerdasan yang tinggi
Bagaimana perilaku pemimpin yang efektif
Caranya :
Harus mengetahui teknik ….apa?
1. Memberikan perintah yang jelas, tegas, lengkap dan pantas.
2. Memberikan teguran untuk perbaikan tugas.
3. Memberikan pujian dan penghargaan pada bawahan.
4. Memelihara sikap baik.
5. Menerima saran dari bawahan.
6. Memperkuat rasa persatuan.
7. Mengenalkan anggota baru jika ada.
8. Menciptakan disiplin kerja.
Bagaimana caranya agar seseorang/pemimpin dapat berkomunikasi secara efektif ?
Cara-cara agar komunikasi efektif :
a. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian.
b. Pesan harus menggunakan lambang-lambang dan tertuju pada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan sehingga sama-sama mengerti.
c. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.
d. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan sehingga layak bagi situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat ia digalakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
e. Perlu mengetahui waktu yang tepat untuk pesan bahasa yang dipergunakan supaya pesan dapat dimengerti dan sikap yang menarik.
Bentuk komunikasi
Komunikasi personal
Komunikasi kelompok
Komunikasi massa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar