Jumat, 31 Desember 2010

METODOLOGI PENELITIAN

1. Pengantar Riset TI
Penelitian à Riset ( Research )
 Suatu penyelidikan, pencermatan, percobaan.
 Suatu pemeriksaan yang membutuhkan ketelitian
 Kegiatan yang meliputi : pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian data yang dilakukan secara sistematis & obyektif untuk memecahkan suatu persoalan / menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsi-prinsip umum
 Suatu kajian terhadap suatu obyek dengan menggunakan kaidah/ metode tertentu untuk mencapai suatu hasil dengan tujuan tertentu.
 Penelitian / riset merupakan kegiatan dalam koridor keilmiahan
 Koridor keilmiahan harus sesuai dengan bidang akademika/ keilmuan
 Penggunaan kaidah dan ranah ilmiah terhadap metode & kegiatanya
 Kegiatan yang didasarkan pada obyek bahasantertentu, kajian yang berlatar belakang keilmuan dari obyek tersebut, penggunannya fakta sebagai dasar kajian, penggunaan metode maupun teknik-teknik tertentu, terdapat hasil yang memiliki dasar & terkaji, diperoleh kesimpulan akhir.
 Berasal dari suatu ide yang dilatar belakangi suatu temuan tertentu
Obyek Riset
• Penerapan suatu teori yang spesifik berdasar kebutuhan dari kondisi nyata
• Studi / kajian terhadap suatu obyek khusus, teori, penerapan dan mekanisme
• Perbandingan suatu obyek khusus, penerapan, teori & mekanisme
• Pengembangan suatu obyek / bahasan yang telah dipergunakan.
Jenis Riset TI
1. Bidang Riset Informatika untuk ruang lingkup software à
* Ilmplentasi algoritma
* Perbandingan dg beberapa algoritma
* Penyelesaian masalah nyata di lapangan
* Pembuatan program bantu
2. Tema Riset informatika
• Sistem informasi
• Sistem pendukung keputusan
• Pengolahan citra
• Komputasi & mekanisme komputasi
• Program bantu
• Kriptografi & security
• Kecerdasan buatan & metode-metodenya
• Pembuatan game
• Bahasa pemrograman & aplikasi
Latar belakang riset TI :
 Berasal dari suatu dasar keilmuan tertentu ( terapan )
 Ide baru yang dikembangkan
 Pengembangan sesuatu yang telah terjadi.
Riset à Business Research
Why …?
 Merupakan penyelidikan sistematis yang memberikan informasi untuk membantu mengambil keputusan di bidang bisnis.
 Riset merupakan hasil berpikir ilmiah yang dapat berperan dalam menyediakan informasi yang efektif bagi manajemen dalam mengambil keputusan tentang berbagai masalah / peluang bisnis.
Syarat Business Research :
1. Bersifat obyektif & faktual berdasarkan data empiris
2. Mendalam, yaitu pemecahan persoalan tidak secara pragmatis, tetapi mencakup penyelidikan tentang penyebab masalah hingga penentuan pilihan pemecahannya.
3. Berdasarkan suatu sistem yang terintegrasi dengan bidang ilmu lainnya
4. Berdasarkan asumsi yang relatif dapat berubah
5. Mengikuti perkembangan ilmu & teknologi.
Karakteristik penelitian dengan metode ilmiah :
1. Permasalahan & tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas.
2. Perumusan masalah harus mencakup analisis unsur-unsur paling sederhana, ruang lingkup, batasan & spesifikasi rinci dalam arti semua kata.
3. Proses penelitian yang dilakukan harus secara rinci diuraikan agar peneliti lain dapat mengembangkan penelitian.
4. 4.Desain penelitian harus direncanakan secara seksama, apabila menggunakan sampel, maka peneliti harus mengungkapkan sejauh mana sampel dapat mewakili populasinya.
5. 5.Daftar pustaka harus relevan, lengkap dan terbaru.
6. 6.Penyusunan laporan penelitian harus dilandasi kejujuran & etika meneliti.
7. 7.Peneliti harus menyiapkan metode analisis data yang sesuai untuk memecahkan masalah penelitian.
8. 8.Data harus valid. Jika menggunakan alat uji statistik, maka probabilitas kesalahan harus diperkirakan & kriteria signifikan harus ditetapkan.
9. 9.Kesimpulan harus dibatasi pada hal-hal yang diteliti & telah di analisis.

Dasar–Dasar Penelitian Ilmiah
1. Pendekatan Ilmiah
 Penelitian ilmiah yang diperoleh dari pengetahuan dan teori yang dikembangkan berdasarkan pada data empiris.
 Menghasilkan kesimpulan secara obyektif.
 Hasil penelitian merupakan kebenaran ilmiah yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji siapa pun.
2. Pendekatan Non-Ilmiah
Pendekatan non ilmiah menggunakan à
• Akal sehat
• Prasangka
• Intuisi
• Penemuan kebetulan & coba-coba
• Pikiran kritis.
Sifat Penelitian Ilmiah :
1. Skeptis à selalu mencari fakta / bukti yang mendukung setiap pernyataan.
2. Analitis à sikap yang mendasarkan pada analisis dalam setiap persoalan & memilih yang relevan serta utama.
3. Kritis à setiap memecahkan persoalan selalu berpijak pada logika & obyektifitas data / fakta.
Syarat Penelitian Ilmiah :
1. Permasalahan & tujuan penelitian harus didefinisikan secara jelas.
2. Rumusan masalah harus rinci mencakup unsur-unsur ayang akan diteliti.
3. Prosedur penelitian yang digunakan harus jelas & terbuka, sehingga diharapkan peneliti lain dapat mengembangkan penelitian tersebut.
4. Analisis data harus sesuai dengan problem penelitian.
5. Kesimpulan harus didukung oleh data & hasil analisis yang akurat.
Variabel & Hubungan Antarvariabel
1. Variabel Penelitian à
merupakan suatu atribut, sifat / nilai dari individu, obyek/ kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari serta ditarik kesimpulan.
Contoh : Pekerja à
* Umur : variabel yg mempunyai nilai numerik
* Tingkat pendidikan : numerik / kategori
* Jenis Pekerjaan : kategori
2. Hubungan Antarvariabel Penelitian :
a. Variabel Independen ( Bebas ) à variabel yang mempengaruhi / menjadi penyebab berubahnya / timbulnya variabel dependen.
b. Variabel Dependen ( Terikat ) à merupakan variabel yang dipengaruhi / disebabkan oleh adanya variabel bebas.
Contoh :
Terdapat hubungan positif antara kualitas layanan bank dengan jumlah penabung.
* Kualitas layanan bank à variabel independen
* Jumlah penabung à variabel dependen
c. Variabel Moderator à hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung
Contoh :
* Jika suku bunga simpanan dinaikkan, maka masyarakat akan banyak yang menabung.
* Masyarakat tidak mempunyai sisa uang untuk ditabung atau masyarakat kurang percaya pada bank
d. Variabel Intervening ( Antara )
Merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen, tetapi tidak dapat diamati & diukur / dimanipulasi.
Contoh :
* Diterapkan kebijakan harga baru, (variabel bebas )
* diikuti peningkatan volume penjualan , (variabel tergantung )
* sebab pembeli bersifat rasional (variabel antara)
e. Variabel Kontrol
Merupakan variabel yang dikendalikan / dibuat konstan sehingga pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Variabel kontrol digunakan peneliti jika akan melakukan penelitian komparatif ( perbandingan )
Contoh :
Pada situasi kerja tertentu ( variabel kontrol ), pelaksanaan 5 hari kerja per minggu ( variabel bebas ), akan mendorong peningkatan produktifitas kerja karayawan per jam kerja, terutama karyawan yang masih muda ( variabel tergantung )
f. Variabel Luar Biasa
Merupakan variabel yang jumlahnya hampir tidak terbatas & bisa berpengaruh pada hubungan tertentu.
Contoh :
Dalam kerja rutin ( Pengendali ), pemberlakukan 4 hari kerja dalam seminggu ( variabel bebas ), akan meningkatkan produktifitas lebih tinggi ( variabel tergantung ), khususnya para pekerja muda usia.

Sistematika penelitian
Usulan/Proposal – laporan penelitian

1. Judul
 Judul harus singkat, jelas, menarik.
 Contoh :
a. Sistem Informasi Pengelolaan Administrasi Desa.
b. Sistem dampak sinar matahari dengan memanfaatkan port pararel komputer. dsb
2. Latar belakang
a. Mengapa usulan kegiatan itu perlu ?
Untuk menjawab keingintahuan peneliti mengungkapkan suatu gejala / konsep / dugaan / menerapkan suatu tujuan.
b. Bagaimana cara . Metode melakukan kegiatan.
Kemukakan hal-hal yang mendorong / argumentasi pentingnya dilakukan penelitian.
c Apa hasil kegiatan.
Uraikan proses dalam mengindentifikasikan masalah penelitian.
3. Perumusan masalah
a. Terkait dengan latar belakang
b. Fokus pada masalah
c. Dapat menggunakan kalimat tanya.
d. Rumuskan dengan jelas permasalahan yang akan diteliti
e. Uraikan pendekatan & konsep untuk menjawab yang diteliti.
f. Hipotesis yang akan diuji / dugaan yang akan dibuktikan.
g. Jelaskan definisi, asumsi & lingkup yang menjadi batasan penelitian.
Contoh perumusan masalah
1. Bagaimana merancang dan membangun perangkat keras agar dapat mengendalikan suhu, kelembaban, cahaya pada ruang tamu.
2. Bagaimana perangkat lunak dan perangkat keras agar dapat dibuat sebagaimana mestinya.
Alasan Penolakan perumusan masalah
Perumusan masalah lemah, kurang mengarah, tujuan penelitian tidak jelas.
Solusi nya:
* Ketajaman perumusan masalah.
* Tujuan penelitian
4.Tinjauan Pustaka
 Usahakan pustaka terbaru, relevan & asli dari jurnal ilmiah
 Uraikan dengan jelas kajian pustaka yang menimbulkan gagasan & mendasari penelitian yang akan dilakukan.
 Menguraikan teori, temuan & bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan, yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan.
 Merupakan landasan untuk menyusun kerangka / konsep yang akan digunakan
 Mengacu pada daftar pustaka.
Alasan penolakan tinjauan pustaka
* Bahan kepustakaan kurang menunjang penelitian
• Pustaka tidak relevan, kurang mutakir
• Umumnya bukan artikel jurnal ilmiah
• Penyusunan daftar pustaka kurang baik.
5. Tujuan penelitian
 Apa yang ingin dicapai ?
 Pertanyaan singkat, jelas & terstrukur
 Ada benang merah dengan latar belakang.
 Berikan pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian
 Penelitian dapat bertujuan menjajaki, menguraikan, menerangkan, membuktikan / menerapkan suatu gejala, konsep/ dugaan/ membuat suatu prototipe.
6 Manfaat Penelitian
 Memberi kontribusi hasil penelitian pada pengembangan Ipteks, pengembangan pembangunan & lembaga
 Manfaat penelitian = tujuan penelitian
Contoh :
1. Mengetahui proses koneksi ke database MySQL Server dengan Visual Foxpro
2. Mengimplementasikan fungsi SQL Pass Through Technology yang ada pada Visual Foxpro untuk proses pengolahan data.
7. Metode Penelitian
 Uraikan metode yang digunakan dalam penelitian secara rinci
 Model yang digunakan
 Rancangan penelitian
 Teknik pengumpulan data & analisis data
 Cara penafsiran & penyimpulan hasil penelitian
 Jika menggunakan metode kualitatif dapat dijelaskan pendekatan yang digunakan, proses pengumpulan & analisis informasi, proses penafsiran & penyimpulan hasil penelitian.
Alasan Penolakan Metode Penelitian
 Metode penelitian kurang tepat & kurang rinci sehingga langkah penelitian yang dilakukan tidak jelas.
8. Jadwal Pelaksanaan
 Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan & penyusunan laporan penelitian dalam bentuk bar – chart
 Jadwal pelaksanaan mengacu pada metode penelitian
9. Personalia Penelitian
 Personalia yang terlibat dalam penelitian adalah yang sesuai dg bidangnya & benar-benara dapat menyediakan waktu.
Susunan personalia
1. Ketua Peneliti ( Nama lengkap, Jenis kelamin, NPM/ NIP, Disiplin Ilmu, Fakultas/Jurusan, Waktu Penelitian ( jam/minggu )
2. Anggota Peneliti ( sebut berapa orang )
3. Tenaga laboran/ teknisi ( Jika ada )
10. Perkiraan Biaya Penelitian
 Berikan rincian biaya penelitian yang mengacu pada kegiatan penelitian meliputi:
* Bahan & Peralatan
* Perjalanan
* Biaya lain-lain ( seminar, laporan, penelusuran pustaka, dokumentasi )
11.Lampiran-lampiran
 Daftar Pustaka ( nama, tahun dengan urutan abjad nama pengarang, tahun, judul tulisan/ buku, nama jurnal/kota & penerbit )
 Riwayat Hidup Ketua & angota peneliti (cantumkan pengalaman penelitian & publikasi yang relevan ) tandatangan & tgl dibuat penelitian tsb.
Sistematika laporan
 Sama dengan isi pada usulan.
 GB cover usulan & laporan

Kegiatan Operasional Penelitian
Langkah-langkah persiapan
1. Mengurus perizinan
2. Mengadakan pertemuan awal antara ketua & anggota tim
3. Menetapkan rencana jadwal kerja, pembagian kerja diantara tim peneliti.
4. Menetapkan desain penelitian
5. Menentukan instrumen penenlitian & uji cobanya ( ut ilmu sosial & humaniora ), Bahan & peralatan penelitian ( ilmu pengetahuan alam & teknologi )
6. Menetapkan lokasi penelitian
7. Menyusun format-format pengumpulan data mentah.
Langkah-langkah Pengorganisasian & pelaksanaan di lapangan / Lab.
 Pengujian penelitian (untuk tujuan mempersiapkannya),
 Mempersiapkan dan menyediakan bahan dan peralatan penelitian, pengumpulan data,
 Melakukan pemantauan atas pengumpulan data dengan frekuensi bergantung pada keperluan,
 Menyusun dan mengisi format tabulasi agar data siap dianalisis,
 Menganalisis data secara keseluruhan,
 Menyimpulkan hasil analisis, membuat tafsiran,
 Kesimpulan hasil serta membahasnya.
Penyusunan laporan hasil penelitian
 menyusun konsep laporan,
 melakukan diskusi antar anggota tim atas konsep laporan dan konsultasi dengan rekan senior seprofesi (tim work),
 menyusun konsep laporan akhir,
 menyusun laporan akhir dan bahan untuk seminar, serta
 penyelenggaraan seminar (oleh lembaga penelitian).
Penggandaan dan pengiriman laporan hasil penelitian
1. menggandakan laporan
2. mengirimkan laporan.
Artikel ilmiah
a. menyusun naskah artikel ilmiah,
b. biaya pemuatan artikel di jurnal ilmiah (kalau ada, sebutkan nama jurnal).
Keanggotaan/personalia penelitian
 Berdasarkan pemikiran bahwa kegiatan penelitian ini harus merupakan pembinaan ke arah terwujudnya peneliti yang mandiri, maka unsur keanggotaan/personalia yang disebut Pengarah, Pembina, Pembimbing, Koordinator, Penanggung Jawab, Konsultan, dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.
 Demikian pula Tenaga Pembantu Peneliti tidak diperlukan.
 Setiap Pengusul hanya diperbolehkan maksimal 2 kali menerima hibah program penelitian ini.
Beberapa patokan biaya satuan penelitian
 Bahan dan peralatan penelitian
 Perjalanan dalam rangka pengumpulan data
 Biaya perjalanan dengan kendaraan umum, p-p (sesuai dengan ketentuan yang berlaku)
 Transportasi lokal (sesuai dengan harga setempat
 Lumpsum termasuk konsumsi dan akomodasi (jika menginap)
Persiapan lain-lain
 Seminar (konsumsi, biaya penyelenggaraan lainnya)
 Penyusunan Laporan
 Penyusunan artikel ilmiah dan biaya publikasi jurnal
 Penggandaan, Pengiriman
 Lainnya (agar dirinci untuk keperluan apa saja dan tidak ada biaya tidak terduga)

Hipotesis
Hipotesis
 Merupakan pernyataan/dugaan sementara yang diungkapkan secara deklaratif.
 Pernyataan tersebut diformulasikan dalam bentuk variabel agar bisa di uji secara empiris.
Proposisi
Pernyataan tentang konsep yang mungkin benar & salah apabila di uji dengan fenomena hasil observasi.
Macam hipotesis
1. Hipotesis Deskriptif à
Hipotesis yang secara khusus menyatakan keberadaan, ukuran, bentuk/distribusi suatu variabel.
Contoh : setiap kaleng cat merk Deko mampu mewarnai dinding seluas minimum 10 m²
2. Hipotesis Relasional
Merupakan hipotesis yang menggambarkan hubungan antara 2 variabel.
Hubungan dapat berupa korelasi & sebab akibat.
Hubungan korelasional terjadi jika variabelnya bersamaan dengan cara tertentu tanpa menyatakan adanya penyebab variabel yang satu terhadap variabel yang lain.
Contoh : Masyarakat Indonesia lebih menyukai mobil buatan Jepang daripada mobil buatan Eropa.
Peranan Hipotesis
1. Sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian
2. Dapat memberi arah yang jelas dalam meneliti, variabel apa yg akan diteliti, serta bagaimana cara mengukur & menganalisis variabel
3. Dapat mengarahkan peneliti tentang informasi apa yg relevan untuk bahan kajian
4. Membantu peneliti menyusun desain penelitian sekaligus membantu merancang kesimpulan akhir hasil penelitian.

Ciri-ciri Hipotesis
1. Hipotesis harus sesuai dengan tujuan penelitian
2. Hipotesis harus dapat diuji dengan menggunakan data empiris
3. Hipotesis disusun atas daar kondisi yang paling mungkin & tidak memerlukan banyak asumsi.
Karakteristik Hipotesis
1. Hipotesis harus dirumuskan secara jelas & padat dengan berdasarkan pada definisi operasional yang telah dirumuskan.
2. Hipotesis harus terkait dengan fakta & teori
3. Hipotesis harus dapat diuji, artinya memungkinkan peneliti mengumpulkan data untuk menguji kebenaran hipotesis
4. Hipotesis mempunyai hubungan 2 variabel/ lebih.
5. Hipotesis harus dikaitkan dengan alat & teknik ilmiah yang dapat diperoleh.
Contoh Hipotesis penelitian
1. Tidak ada perbedaan penghasilan antara kelompok nelayan dengan perahu motor & nelayan tradisional disebut Hipotesis komparatif
2. Minat menabung masyarakat rendah
3. Seberapa tinggi semangat kerja karyawan perusahaan

Desain Penelitian
Desain à
 Merupakan perencanaan, struktur dan strategi penelitian dalam rangka menjawab pertanyaan & mengendalikan penyimpangan yang mungkin terjadi.

Tujuan desain penelitian
1. Menyediakan jawaban-jawaban yang diperlukan dalam penelitian
2. Mengendalikan penyimpangan yang mungkin terjadi
Desain Penelitian yang baik à
1. Rencana tentang sumber & tipe informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan penelitian
2. Strategi / gambaran pendekatan yang digunakan dalam pengumpulan & analisa data
3. Jadwal & anggaran penelitian yang diperlukan harus diuraikan secara jelas
Klasifikasi Desain Penelitian
1. Eksploratif, deskriptif/ hubungan kausalitas
2. Eksperimental & ex-post facto
3. Metode historis, deskriptif & studi kasus
4. Eksploratif & riset konklusif ( riset konklusif terdiri atas studi deskriptif & eksperimen )
Jenis desain penelitian
1. Penelitian eksploratif & penelitian format
2. Penelitian kasus & lapangan ( Case study & field research )
3. Penelitian cross sectional & longitudinal
4. Studi observasi & survei
5. Penelitian eksperimental & ex-post facto
6. Penelitian deskriptif & kausalitas
7. Studi kausalitas

Teknik Pengambilan Sampel
Populasi, sampel & kerangka sampel
1. Populasi à merupakan keseluruhan obyek yang diteliti & terdiri atas sejumlah individu, baik yang terbatas ( finite) maupun tidak terbatas ( infinite ).
2. Sampel à bagian populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi.
3. Kerangka sampel à daftar semua unsur yang ada dalam populasi yaitu : lengkap, tidak boleh ada satu unsur yang ditulis dua kali/ lebih dan setiap unsur harus bisa dilacak di lapangan.
Sifat pengambilan sampel
 Efisiensi dari segi biaya, waktu dan tenaga
 Ketepatan dalam pengambilan sampel sangat menentukan kualitas hasil penelitian.
 Untuk penelitian /percobaan bersifat merusak, maka pengambilan sampel harus dilakukan pengujian dengan alat.
Sampel yang baik
 Akurasi
 Ketelitian
Metode pengambilan sampel
1. Probability sampling
 Teknik pengambilan sampel secara random / acak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur/anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

2. Nonprobability sampling
 Probabilitas elemen populasi yang dipilih tidak diketahui.
 Teknik ini tidak memberikan peluang / keselamatan sama bagi setiap unsur / anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Penentuan besarnya anggota sampel
1. Praktis à biaya, waktu, tenaga & kemampuan
2. Untuk penelitian eksploratoris/penjajakan à anggota sampel tidak perlu terlalu besar
3. Untuk penelitian eksplanatori /menerangkan à anggota sampel harus lebih besar.
4. Ketepatan
5. Nonrespons à pertimbangan yaitu perkiraan anggota sampel yang dapat dijadikan responden sesudah seluruh anggota sampel dikurangi jumlah anggota.
Kesalahan umum dalam menentukan besarnya anggota sampel
1. Peneliti menetapkan jumlah anggota sampel yang terlalu kecil untuk setiap subgrupnya sehingga analisis statistik parameter tidak berlaku pada populasi yang sebenarnya cukup besar.
2. Peneliti tidak menggunakan “ stratified random sampling” yang disyaratkan untuk menentukan anggota sampel subgrupnya.
3. Peneliti mengubah prosedur teknik pengambilan sampel
4. Peneliti memilih anggota sampel yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian
5. Peneliti gagal menentukan jumlah anggota populasi yang dapat dipercaya
6. Peneliti mengurangi jumlah anggota sampel yang telah ditentukan oleh perhitungan semula
7. Peneliti memilih grup eksperimen & grup kontrol dari populasi berbeda
8. Peneliti menggunakan grup sukarela, tetapi sengaja tidak membedakannya dengan grup wajib sehingga ia gagal menginterpretasikan hasil penelitiannya.
9. Kekeliruan nonsampling bisa terjadi dalam setiap penelitian, apakah berdasarkan sampling / berdasarkan sensus, penyebabnya à
a. Populasi tidak didefinisikan terlebih dahulu
b. Penyimpangan populasi tidak dipelajari
c. Kuesioner tidak dirancang sesuai dengan tujuan penelitian
d. Jawaban responden kurang sesuai dengan keinginan/ tujuan
e. Responden kurang obyektif dalam menjawab
f. Responden menolak memberikan jawaban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar